Tumor and Cancer Treatment

healthy articles and hot news, etc

Makanan Pencetus Kanker May 20, 2009

Filed under: Artikel Kanker - Cancer Articles — tumore @ 7:18 am

Jika benar bahwa 80-90 persen kanker disebabkan oleh makanan, maka kita punya peluang besar mencegahnya. Pengaruh faktor lingkungan ini terlihat pada kasus orang-orang yang berimigrasi dari satu budaya ke pola budaya yang lain.

Sayuran Sehat

 Angka kematian akibat kanker payudara dan kanker kolon rendah di kalangan penduduk Jepang, tetapi kanker perut relatif tinggi. Hal ini bertolakbelakang dengan kejadian di Amerika Serikat (AS).
Sesudah 2-3 generasi bermigrasi ke AS, masyarakat Jepang yang tinggal di negara Paman Sam itu ternyata mempunyai kecenderungan kanker yang sama dengan masyarakat Amerika. Hal ini disebabkan oleh pola makan migran Jepang yang ternyata juga berubah.
Pola makan mereka menjadi cenderung tinggi energi dan lemak, setelah orang-orang Jepang itu menetap di sana.
Jenis Kelamin

* Data statistik di AS menunjukkan bahwa 1 dari 5 kematian disebabkan oleh kanker. Bahkan untuk anak-anak usia 3-14 tahun, kanker menjadi penyebab kematian yang dominan.

Kaum wanita sudah lama menyadari bahwa kanker payudara bisa berakibat fatal, prevalensinya di AS mencapai 7 per 100 wanita.
Angka kematian akibat kanker berbeda besarannya tergantung pada jenis kelamin. Data dari American Cancer Society menunjukkan bahwa kematian akibat kanker pada wanita didominasi oleh kanker payudara (19 persen), kanker paru (16 persen), serta kanker kolon (usus besar) dan rektum (15 persen).
Sementara itu, pada pria kanker yang dominan sebagai penyebab kematian adalah kanker paru (34 persen), kanker kolon dan rectum (12 persen), dan kanker prostat (10 persen).
Dari sudut pandang gizi diketahui bahwa energi, protein, zat besi, zinc, dan vitamin A berperan penting dalam mempertahankan kekebalan tubuh. Kekurangan zat-zat gizi tersebut akan melumpuhkan sistem kekebalan tubuh dan akhirnya tubuh tidak mampu membendung karsinogenesis (pembentukan sel kanker).
Dalam studi dengan hewan percobaan, dibuktikan bahwa pembatasan makanan dapat mencegah pertumbuhan kebanyakan jenis tumor. Hanya tumor hati yang justru tumbuh dengan upaya pembatasan makanan tersebut.
Teori yang mendasari hal ini adalah dengan pembatasan makanan, maka terjadi perubahan hormonal di dalam tubuh, yang kemudian dengan mekanisme yang masih belum diketahui terhambatlah proses tumorigenesis (pembentukan tumor). Kejadian berbagai jenis tumor cenderung menimpa hewan percobaan (tikus) yang mempunyai berat badan lebih alias terlalu banyak makan.
Kaya Lemak

* Diet makanan kaya lemak pada studi epidemiologis, menunjukkan adanya kaitan erat dengan munculnya kanker usus maupun kanker payudara.

Mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak rendah dan serat yang tinggi, seperti pada pola makan vegetarian, diketahui menyebabkan rendahnya kejadian kanker.
Pembentukan tumor akan semakin berkembang pada pola makan yang rendah lemak tak jenuh ganda. Lemak tak jenuh, tunggal maupun ganda, telah dikenal sebagai lemak yang bermanfaat bagi pencegahan penyakit jantung koroner.
Hormon tertentu mungkin ikut bertanggungjawab pada munculnya tumor. Hormon ini pengeluarannya dipicu oleh konsumsi lemak yang tinggi. Sebagai contoh, hormon prolactin (serum) yang merangsang pertumbuhan tumor ternyata semakin meningkat bila diet kita kaya lemak.
Ada hubungan positif antara kematian akibat lymphoma (kanker) dengan konsumsi protein hewani, khususnya daging. Diet tinggi protein umumnya banyak mengandung daging, banyak mengandung lemak tapi rendah serat. Negara-negara yang konsumsi dagingnya tinggi umumnya angka kematiannya akibat kanker kolon juga tinggi.
Cara Memasak

* Bila kita memasak daging, maka terbentuklah senyawa HCA (amina-amina heterosiklis). HCA muncul sebagai reaksi antar protein hewani selama proses browning (pencoklatan). Cara memasak ternyata mempengaruhi jumlah HCA yang terbentuk.

Semakin sedikit HCA terbentuk berarti semakin sehat daging yang dimakan. Memanggang daging di dalam oven akan menghasilkan HCA lebih sedikit dibandingkan menggoreng, menyate dan memanggang di atas kompor yang suhunya tinggi.
Sedangkan merebus secara perlahan-lahan dengan panas bertahap, mengukus, atau memasak dengan oven praktis tidak menghasilkan HCA. HCA paling banyak ditemukan pada daging babi asap yang digoreng.
Berbagai percobaan pada binatang menunjukkan bahwa HCA mengakibatkan kanker usus besar, payudara, pankreas, hati, dan kandung kemih. HCA disinyalir bertanggung jawab terhadap meningkatnya insiden kanker payudara dan usus besar pada wanita di Amerika.
Sebagaimana diketahui konsumsi daging penduduk AS relatif tinggi, dibandingkan penduduk di belahan dunia lainnya.
Daging Merah

* Sebuah studi yang dilakukan oleh New York University Medical Center menunjukkan bahwa wanita-wanita yang rajin makan daging merah, ternyata berpeluang menderita kanker payudara dua kali lipat, dibandingkan mereka yang hanya makan daging unggas dan ikan.

Ini tidak berarti bahwa kita harus berpantang mengkonsumsi daging sapi dan sejenisnya. Boleh saja makan daging sapi, yang penting frekuensinya jangan terlalu sering.
Perlu diperhatikan bahwa daging yang diawetkan dengan nitrat akan memberikan kontribusi asupan nitrat ke dalam tubuh. Padahal, nitrat ini di dalam tubuh akan berubah menjadi nitrit dan selanjutnya menjadi nitrosamin yang karsinogenik.
Penggunaan pupuk nitrogen di bidang pertanian harus dilakukan dengan hati-hati karena hal ini bisa dikaitkan dengan munculnya kanker gastric.
Konsumsi vitamin A yang rendah dalam diet sehari-hari menyebabkan tingginya kejadian kanker perut dan paru. Vitamin A sangat berperan dalam imunitas tubuh. Selain itu vitamin A juga mencegah ikatan karsinogen (penyebab kanker) dengan DNA, dan mampu mengontrol diferensiasi sel epitel premalignant (sebelum menjadi sel kanker).
Teh, Buah, Sayur

* Mengkonsumsi daging seyogyanya selalu disertai dengan makan sayuran dan buah-buahan sebagai sumber antioksidan.

Buah-buahan seperti jeruk, kaya akan vitamin C yang merupakan antioksidan yang kuat. Demikian pula sayuran yang berwarna hijau, juga tinggi kandungan vitamin C-nya.
Selain itu membiasakan minum teh sehabis makan daging juga akan mendukung kesehatan tubuh. Di dalam teh terkandung katekin yang merupakan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh kita.
Konsumsi pangan sumber antioksidan akan menetralisir pembentukan HCA. Bumbu-bumbuan seperti bawang putih dan cabe hijau, yang sering kita gunakan untuk menambah lezatnya daging, ternyata juga dapat berfungsi untuk menekan nitrosamin (karsinogen). Demikian pula wortel dan tomat.
Jadi, alam sebenarnya sudah menyediakan gizi dan zat non gizi, yang bila diramu dengan baik akan bermanfaat bagi kesehatan kita

 

 

One Response to “Makanan Pencetus Kanker”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s