Tumor and Cancer Treatment

healthy articles and hot news, etc

Kanker Payudara May 22, 2009

Filed under: Artikel Kanker - Cancer Articles — tumore @ 4:28 am

PARA wanita selama ini – terutama yang berusia separuh baya – senantiasa disarankan untuk menjalani pemeriksaan mamografi untuk menghindari diri dari kemungkinan terkena kanker payudara stadium lanjut.  Ternyata Screening (pemeriksaan penyaring) terhadap para wanita ini ternyata tidaklah menyelamatkan lebih banyak nyawa daripada melakukannya setiap tiga tahun, demikian disebutkan oleh sebuah penelitian di European Breast Conference di Brussels. Kanker payudara1

Penelitian ini melibatkan 76.000 wanita berusia antara 50 sampai 62 tahun.  Mereka menjalani satu pemeriksaan mamografi dan kemudian setengahnya dites setiap tahun, sementara lainnya mendapatkan tes hanya setelah tiga tahun, seperti yang dilakukan saat ini di Inggris.  Penelitian ini berlangsung selama empat tahun.  Hasil-hasilnya menunjukkan bahwa pemeriksaan penyaringan tahunan menemukan lebih banyak tumor kecil, namun tidak menemukan lebih banyak wanita yang telah terjangkit penyakit ini dalam stadium lanjut.

Para peneliti harus memperkirakan berapa banyak wanita yang akan meninggal sepuluh tahun setelah kanker itu didiagnosa, berdasarkan kemungkinan progresifitas dari tumor-tumor yang teridentifikasi itu.  Mereka meramalkan bahwa 32,9 persen dari para wanita yang diperiksa setiap tahun dan 35,4 persen dari mereka yang diperiksa setiap tiga tahun diperkirakan akan meninggal karena kanker payudara.

Perbedaan statistik dalam angka-angka di atas disebut sebagai tidak begitu penting.  Roger Blamey, koordinator penelitian ini berkata bahwa tambahan sebesar 56 juta poundsterling yang diperlukan untuk mendanai pemeriksaan penyaringan tahunan sebaiknya digunakan untuk cara-cara lain dalam mengobati penyakit itu.  “Dana apapun tampaknya lebih baik digunakan untuk memperbaiki kualitas – melalui mamografi dalam dua sudut pandangan, peletakan yang lebih baik serta janji kualitas,” kata Roger.

Sumber:  Satumed.com, Satunet

 

Petunjuk Baru Cara Kanker Menyebar

Filed under: Artikel Kanker - Cancer Articles — tumore @ 4:24 am

PARA peneliti selama dibingungkan oleh pertanyaan mengenai bagaimana sesungguhnya mekanisme penyebaran kanker.  Sebuah penelitian kemungkinan besar telah menemukan sebagian dari kunci jawaban di atas.  Mereka menemukan mekanisme yang mengendalikan jalannya sel dalam aliran darah, atau peredaran sel, yang mungkin bertanggung jawab atas penyebaran sel kanker di sekitar tubuh.

kanker

Peredaran sel sesungguhnya merupakan sebuah proses yang penting dan normal, namun kemungkinan juga bertanggung jawab atas metastasis, atau penyebaran dari sel-sel kanker, dimana sel-sel tersebut berpindah dengan tujuan yang sangat terarah dari tempat tumor primer (asal) ke lokasi sekunder. Misalnya ke organ paru-paru dalam kasus kanker kulit, tampaknya sel melanoma sudah terprogram untuk berpindah dengan sendirinya ke paru-paru.

Prof. Daniel Hammond dan tim peneliti dari University of Pennsylvania dan Cornell University di AS, menunjuk molekul yang mereka namakan “Molekul Goldilocks” yang mengikat sel-sel darah pada dinding pembuluh darah vena dan arteri, tidak terlalu kuat dan tidak terlalu lemah, namun dengan daya rekat yang cukup untuk menjaga agar tidak keluar dari aliran darah.

Peredaran sel dimulai dengan daya rekat yang berputar, dimana sel-sel darah yang mengalir melalui pembuluh darah beristirahat secara berkala ketika molekul pada permukaan membentuk ikatan sementara dengan molekul Goldilock darah yang mengikat pembuluh darah.

Prof. Hammond menyamakan proses peredaran sel dengan penggunaan kode pos pada surat-surat yang dikirim langsung untuk daerah yang berbeda. “Peredaran sel darah pada jaringan merupakan hal yang krusial bagi fungsi respon kekebalan tubuh yang tepat.  Peradangan, fungsi limfosit dan melengkapkan kembali sumsum tulang setelah transplantasi semua tergantung pada hal itu.”

Ia memperkirakan bahwa penemuan tersebut mungkin berguna bagi Human Genome Project, karena mereka membantu menjelaskan hubungan antara struktur dan fungsi molekul, yang akhirnya menjelaskan bagaimana molekul bekerja, sebagaimana halnya menawarkan proses baru yang potensial dalam mencegah penyebaran kanker.

Sumber:  Satumed.com, Satunet

 


 

Apel Memperlambat Pertumbuhan Kanker

Filed under: Artikel Kanker - Cancer Articles — tumore @ 4:14 am

SUATU pengujian di Cornell University telah menunjukkan bahwa zat-zat kimia alami dalam apel dapat memperlambat pertumbuhan tingkat sel-sel kanker usus dan kanker hati pada manusia. Makin kuat konsentrasi ekstrak-ekstrak apel tersebut, maka tingkat reproduksi sel-sel kanker juga makin lambat, demikian laporan para ilmuwan Cornell dalam jurnal Nature di edisi baru-baru ini.

apel
        Efek anti-kanker terkuat ada dalam ekstrak dari apel yang belum dikupas, karena mengandung lebih banyak antioksidan fitokimiawi.  Antioksidan yang relatif banyak ditemukan dalam ekstrak apel dapat membantu menjelaskan mekanisme perlindungan terhadap kanker tersebut.
        Penelitian ini memang tidak dirancang untuk membuktikan nutrien tertentu apa dalam apel yang dapat melindungi seseorang terhadap kanker atau bagaimana caranya.  Oleh karena itu masih terlalu dini untuk mengatakan bahan-bahan apa dalam apel yang menyediakan perlindungan dan bahwa dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran yang cukup merupakan cara terbaik untuk memperendah risiko kanker.
        “Namun,” kata David Ringer, PhD, direktur program ilmiah di American Cancer Society, “karena kita belum mengetahuinya, cara yang paling pasti untuk mendapatkan perlindungan tersebut adalah dengan mengkonsumsi beragam buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari, dan sedikitnya 5 porsi buah dan sayuran setiap hari.  Kami mengetahui hal tersebut dari penelitian-penelitian diet yang amat luas.”
        Manfaat-manfaat kimia ini tidak hanya diperoleh dari apel saja, namun juga ditemukan dalam tanam-tanaman yang langsung dikonsumsi atau langsung digunakan oleh masyarakat. Contohnya adalah fitokimia dalam teh, tampaknya mampu menghalangi pertumbuhan pembuluh darah yang memberi makan sel-sel kanker, demikian menurut riset di Tufts University, Boston.
        Penelitian Cornell menunjukkan bahwa makanan yang amat banyak tersedia ini dapat menyediakan perlindungan antioksidan melawan kanker. Penelitian tersebut juga berguna untuk mengarahkan pada penelitian di masa depan. Para ilmuwan sedang berada dalam tahap awal pengertian dampak fitokimia pada kesehatan manusia.

Sumber: satumed.com, satunet

 

Pekerjaan Bertani Lindungi Wanita

Filed under: Artikel Kanker - Cancer Articles — tumore @ 3:51 am

Chapel Hill – 20 Sep 00 11:27 WIB – (Astaga!com)

WANITA yang bekerja di pertanian jarang yang terkena kanker payudara dibandingkan wanita yang tinggal di kota. Mungkinkah? Padahal, paparan pestisida konon justru meningkatkan risiko terkena kanker. “Hasil temuan menunjukkan bahwa bertani, melindungi wanita yang bekerja di pertanian dari kanker payudara, jika dibandingkan dengan populasi umumnya,” kata Dr Eric Duell, dari University of North Carolina di Chapel Hill (UNC-CH). Para ahli dari berbagai disiplin dari UNC-CH ini meneliti 862 pasien kanker payudara yang tinggal di 24 kawasan North Carolina dan membandingkannya dengan 790 wanita lainnya yang tidak menderita kanker payudara, kata Duell. Mereka memiliki semua data mulai dari catatan kesehatan, sejarah pekerjaan, termasuk juga semua informasi pekerjaan pertanian sejak mereka berumur tujuh tahun, penggunaan pestisida, informasi mengenai tanaman dan ternak. Hasil analisis semua data, yang dilaporkan selengkapnya dalam jurnal Epidemiology edisi September 2000, menunjukkan wanita yang bertani lebih dari 23 tahun, risikonya terkena kanker payudara 40 % lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak pernah tinggal di pertanian. Mereka yang bekerja di pertanian dengan jangka waktu yang lebih lama, mendapatkan perlindungan dari kanker payudara lebih besar, sedangkan yang tidak terlalu lama perlindungannya lebih rendah. Mengapa itu terjadi para ahli masih belum bisa menyimpulkan. Faktor yang mungkin penting adalah wanita di pertanian cenderung melahirkan anak lebih cepat dan memiliki anak lebih banyak. Mereka mencapai fase pubertas lebih lambat dan memasuki fase menopauses lebih awal. Mereka juga cenderung kurang merokok dan meminum minuman beralkohol dibandingkan wanita lainnya. Tetapi jika secara statistik faktor itu dikontrol, tetap tidak mempengaruhi efek perlindungan dari pekerjaan pertanian. Para ahli tidak bisa menetapkan efek aktivitas fisik, yang oleh sejumlah ahli diperkirakan mengurangi risiko terkena kanker payudara.

 

Makanan Pencetus Kanker May 20, 2009

Filed under: Artikel Kanker - Cancer Articles — tumore @ 7:18 am

Jika benar bahwa 80-90 persen kanker disebabkan oleh makanan, maka kita punya peluang besar mencegahnya. Pengaruh faktor lingkungan ini terlihat pada kasus orang-orang yang berimigrasi dari satu budaya ke pola budaya yang lain.

Sayuran Sehat

 Angka kematian akibat kanker payudara dan kanker kolon rendah di kalangan penduduk Jepang, tetapi kanker perut relatif tinggi. Hal ini bertolakbelakang dengan kejadian di Amerika Serikat (AS).
Sesudah 2-3 generasi bermigrasi ke AS, masyarakat Jepang yang tinggal di negara Paman Sam itu ternyata mempunyai kecenderungan kanker yang sama dengan masyarakat Amerika. Hal ini disebabkan oleh pola makan migran Jepang yang ternyata juga berubah.
Pola makan mereka menjadi cenderung tinggi energi dan lemak, setelah orang-orang Jepang itu menetap di sana.
Jenis Kelamin

* Data statistik di AS menunjukkan bahwa 1 dari 5 kematian disebabkan oleh kanker. Bahkan untuk anak-anak usia 3-14 tahun, kanker menjadi penyebab kematian yang dominan.

Kaum wanita sudah lama menyadari bahwa kanker payudara bisa berakibat fatal, prevalensinya di AS mencapai 7 per 100 wanita.
Angka kematian akibat kanker berbeda besarannya tergantung pada jenis kelamin. Data dari American Cancer Society menunjukkan bahwa kematian akibat kanker pada wanita didominasi oleh kanker payudara (19 persen), kanker paru (16 persen), serta kanker kolon (usus besar) dan rektum (15 persen).
Sementara itu, pada pria kanker yang dominan sebagai penyebab kematian adalah kanker paru (34 persen), kanker kolon dan rectum (12 persen), dan kanker prostat (10 persen).
Dari sudut pandang gizi diketahui bahwa energi, protein, zat besi, zinc, dan vitamin A berperan penting dalam mempertahankan kekebalan tubuh. Kekurangan zat-zat gizi tersebut akan melumpuhkan sistem kekebalan tubuh dan akhirnya tubuh tidak mampu membendung karsinogenesis (pembentukan sel kanker).
Dalam studi dengan hewan percobaan, dibuktikan bahwa pembatasan makanan dapat mencegah pertumbuhan kebanyakan jenis tumor. Hanya tumor hati yang justru tumbuh dengan upaya pembatasan makanan tersebut.
Teori yang mendasari hal ini adalah dengan pembatasan makanan, maka terjadi perubahan hormonal di dalam tubuh, yang kemudian dengan mekanisme yang masih belum diketahui terhambatlah proses tumorigenesis (pembentukan tumor). Kejadian berbagai jenis tumor cenderung menimpa hewan percobaan (tikus) yang mempunyai berat badan lebih alias terlalu banyak makan.
Kaya Lemak

* Diet makanan kaya lemak pada studi epidemiologis, menunjukkan adanya kaitan erat dengan munculnya kanker usus maupun kanker payudara.

Mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak rendah dan serat yang tinggi, seperti pada pola makan vegetarian, diketahui menyebabkan rendahnya kejadian kanker.
Pembentukan tumor akan semakin berkembang pada pola makan yang rendah lemak tak jenuh ganda. Lemak tak jenuh, tunggal maupun ganda, telah dikenal sebagai lemak yang bermanfaat bagi pencegahan penyakit jantung koroner.
Hormon tertentu mungkin ikut bertanggungjawab pada munculnya tumor. Hormon ini pengeluarannya dipicu oleh konsumsi lemak yang tinggi. Sebagai contoh, hormon prolactin (serum) yang merangsang pertumbuhan tumor ternyata semakin meningkat bila diet kita kaya lemak.
Ada hubungan positif antara kematian akibat lymphoma (kanker) dengan konsumsi protein hewani, khususnya daging. Diet tinggi protein umumnya banyak mengandung daging, banyak mengandung lemak tapi rendah serat. Negara-negara yang konsumsi dagingnya tinggi umumnya angka kematiannya akibat kanker kolon juga tinggi.
Cara Memasak

* Bila kita memasak daging, maka terbentuklah senyawa HCA (amina-amina heterosiklis). HCA muncul sebagai reaksi antar protein hewani selama proses browning (pencoklatan). Cara memasak ternyata mempengaruhi jumlah HCA yang terbentuk.

Semakin sedikit HCA terbentuk berarti semakin sehat daging yang dimakan. Memanggang daging di dalam oven akan menghasilkan HCA lebih sedikit dibandingkan menggoreng, menyate dan memanggang di atas kompor yang suhunya tinggi.
Sedangkan merebus secara perlahan-lahan dengan panas bertahap, mengukus, atau memasak dengan oven praktis tidak menghasilkan HCA. HCA paling banyak ditemukan pada daging babi asap yang digoreng.
Berbagai percobaan pada binatang menunjukkan bahwa HCA mengakibatkan kanker usus besar, payudara, pankreas, hati, dan kandung kemih. HCA disinyalir bertanggung jawab terhadap meningkatnya insiden kanker payudara dan usus besar pada wanita di Amerika.
Sebagaimana diketahui konsumsi daging penduduk AS relatif tinggi, dibandingkan penduduk di belahan dunia lainnya.
Daging Merah

* Sebuah studi yang dilakukan oleh New York University Medical Center menunjukkan bahwa wanita-wanita yang rajin makan daging merah, ternyata berpeluang menderita kanker payudara dua kali lipat, dibandingkan mereka yang hanya makan daging unggas dan ikan.

Ini tidak berarti bahwa kita harus berpantang mengkonsumsi daging sapi dan sejenisnya. Boleh saja makan daging sapi, yang penting frekuensinya jangan terlalu sering.
Perlu diperhatikan bahwa daging yang diawetkan dengan nitrat akan memberikan kontribusi asupan nitrat ke dalam tubuh. Padahal, nitrat ini di dalam tubuh akan berubah menjadi nitrit dan selanjutnya menjadi nitrosamin yang karsinogenik.
Penggunaan pupuk nitrogen di bidang pertanian harus dilakukan dengan hati-hati karena hal ini bisa dikaitkan dengan munculnya kanker gastric.
Konsumsi vitamin A yang rendah dalam diet sehari-hari menyebabkan tingginya kejadian kanker perut dan paru. Vitamin A sangat berperan dalam imunitas tubuh. Selain itu vitamin A juga mencegah ikatan karsinogen (penyebab kanker) dengan DNA, dan mampu mengontrol diferensiasi sel epitel premalignant (sebelum menjadi sel kanker).
Teh, Buah, Sayur

* Mengkonsumsi daging seyogyanya selalu disertai dengan makan sayuran dan buah-buahan sebagai sumber antioksidan.

Buah-buahan seperti jeruk, kaya akan vitamin C yang merupakan antioksidan yang kuat. Demikian pula sayuran yang berwarna hijau, juga tinggi kandungan vitamin C-nya.
Selain itu membiasakan minum teh sehabis makan daging juga akan mendukung kesehatan tubuh. Di dalam teh terkandung katekin yang merupakan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh kita.
Konsumsi pangan sumber antioksidan akan menetralisir pembentukan HCA. Bumbu-bumbuan seperti bawang putih dan cabe hijau, yang sering kita gunakan untuk menambah lezatnya daging, ternyata juga dapat berfungsi untuk menekan nitrosamin (karsinogen). Demikian pula wortel dan tomat.
Jadi, alam sebenarnya sudah menyediakan gizi dan zat non gizi, yang bila diramu dengan baik akan bermanfaat bagi kesehatan kita

 

 

Cegah Ancaman Penyakit Perempuan May 19, 2009

Filed under: Artikel Kanker - Cancer Articles — tumore @ 4:48 am

Cegah Ancaman Penyakit Perempuan

 Wanita butuh pengertian dan perhatian“Lebih baik mencegah daripada mengobati” istilah yang kerap dipakai untuk mengartikan pentingnya pencegahan sebelum terjadi resiko yang lebih besar. Sepintas istilah ini mengkin terkesan klise, tapi sebenarnya sangat penting artinya dalam menjaga kesehatan. Pengobatan akan memakan biaya yang tidak sedikit, jika tidak sedari awal mencegah penyakit. Hal ini berlaku bagi kaum pria dan perempuan untuk mencegah permasalahan kesehatannya.

Kaum perempuan adalah mahluk social yang memberikan keberlangsungan kehidupan manusia, lewat system reproduksinya untuk melahirkan dan anugerah keibuan membesarkan anak. Keberadaannya sangat penting untuk melangsungkan kehidupan manusia dibumi ini, tetapi juga rentan terhadap penyakit, seperti gangguan  atau penyakit pada alat reproduksi, kanker payudara,  atau resiko kematian dari proses melahirkan.

Proses persalinan dapat memakan kematian tinggi pada sang ibu. Menurut data World Health Organization (WHO), pada situs berita Antara, pada tahun 2005,sebanyak 536.000 perempuan meninggal dunia akibat masalah persalinan.

Sebanyak 99% kematian ibu akibat masalah persalinan atau kelahiran terjadi di negara-negara berkembang. Rasio kematian ibu dinegara-negara berkembang merupakan yang tertinggi dengan 450 kematian ibu per 100 ribu kelahiran bayi hidup,  jika dibandingkan dengan rasio kematian ibu di sembilan negara maju dan 51 negara persemakmuran.

Kaum perempuan ndonesia patut mewaspadai hal ini, karena tidak hanya masalah proses persalinan yang membawa resiko tinggi pada kematian, tetapi juga kanker yang dapat terjadi pada alat reprodulsi seperti kanker serviks (leher rahim), kanker ovarium dan juga kanker payudra. Menurut data WHO tahun 2005, sebanyak 1,2 juta orang di dunia terdiagnosa kanker payudara, dan angka tersebut dapat terus bertambah. Sedangkan unutuk di Indonesia, kanker serviks ini menduduki peringkat pertama diantara 10 jenis kanker yang diderita kaum wanita.

Pencegahan dapat dimulai dari diri sendiri. Sejak awal, pola hidup sehat memegang peranan penting untuk mendapatkan gizi yang baik untuk mendukung kesehatan yang prima. Dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, sertsa rutin berolahraga, pola hidup sehat dapat terwujud.

Kesadaran untuk lebih mangenal tubuh sendiri, dapat membantu untuk mendeteksi kelainan pada bagian payudara misalnya. Menjaga kebersihan organ reproduksi turut berperan penting, untuk mencegah terjadinya penyakit reproduksi yang dapat berakibat kronis memicu kanker. Khusus untuk kanker serviks, pencegahan sedari dini dapat dilakukan dengan pemberian vaksin, dan pemeriksaan pap-smear test untuk perempuan yang sudah menikah.

Tak kalah pentingnya untuk mempersiapkan pencegahan dan juga pengobatan, diperlukan anggaran biaya yang cermat, seperti melalui tabungan dan asuransi kesehatan. Tabungan Woman One keluaran Bank Internatioanal Indonesia yang dibuat khusus untuk kaum perempuan dapat menjadi salah satu pilihan menarik. Produk tabungan ini dilengkapi fitur asuransi yang  memproteksi penyakit-penyakit kritis khusus diderita perempuan, seperti kanker payudara dan kanker serviks.

 

 

 

Kasus penyakit kanker yang banyak terjadi pada perempuan Indonesia.

  1. Kanker payudara (32%)
  2. Kanker leher rahim (21,5%)
  3. Kanker Ovarium (8%)
  4. Leukimia (6.5%)
  5. kanker Kolorektal (5%)

 

Info: Data statistic Sistem Informasi Rumah Saki (SIRS) thn 2006-Depkes RI

 

Sumber            : Kompas, Mei 2009

Compiled by     : cancerhelps.com

 

Duh Kasihan, 70 Persen Anak Penderita Kanker Saraf Meninggal May 18, 2009

Filed under: Artikel Kanker - Cancer Articles — tumore @ 8:39 am

JAKARTA, KOMPAS.com – Tujuh puluh persen anak-anak di Indonesia yang menderita penyakit kanker neuroblastoma (kanker saraf) meninggal dunia, karena penyakit ini sudah ditemukan sejak manusia dalam bentuk embrio hingga dalam kandungan dan belum ada obatnya.

 

artis_muda_di_toiletSampai saat ini sulit mendeteksi apakah seorang bayi yang baru lahir terbebas dari penyakit mematikan itu karena dari 30 korban anak penderita kanker neuroblastoma yang dirawat di RS Kanker Darmais hanya delapan orang atau masih bertahan hidup, kata Ketua Yayasan Ongkologi Anak Indonesia, Rahmi Adi Putra Taher, di Jakarta, Selasa.

Kedelapan anak yang rata-rata berusia dibawa delapan tahun itu masih bertahan dan kini masih mendapatkan perawatan intensif di RS Kanker Darmais.

Neuroblastoma berada pada peringkat empat sebagai penyakit kanker ganas mematikan dari empat jenis kanker yakni leukimia, tumor otak dan retinabalstoma, namun neuroblastoma penderitanya adalah anak-anak.

RS Kanker Darmais bersama dengan Yayasan Ongkologi Anak Indonesia pada 5 Mei 2009, telah melakukan diagnosa terhadap seorang anak perempuan berusia tiga bulan dengan menyuntikkan yodium 131 (zat radinuklir) untuk mendeteksi apakah bayi itu menderita kanker neuroblastoma atau tidak.

Tim yang dipimpin dokter Edi S Tehuberu SpA MHA masih harus menunggu hasil diagnosa tersebut guna memastikan apakah anak itu menderita penyakit yang mematikan yang hingga kini belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan total dari serangan penyakit itu.

Berbahaya dan seriusnya penyakit tersebut membuat keluarga korban harus menyiapkan dana besar untuk berobat yakni sekitar Rp13 juta per hari untuk menyembuhkan anak yang terserang neuroblatoma dengan kurun waktu 18 bulan.

Bahayanya penyakit itu membuat Yayasan Ongkologi Anak Indonesia (YOAI) bersama RS Kanker Darmais dan perusahaan komputer terkemuka di dunia IMB membuat kerjasama untuk menemukan obat kanker anak tersebut.

YOAI, RS Kanker Darmais dan IMB telah sepakat bekerjasama menciptakan industri kesehatan yang mengajak masyarakat untuk melawan aktif kanker neuroblatoma dengan menjadi relawan pada program pemanfaatan power komputerisasi yang sedang tidak dipakai untuk disebarluaskan.

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.