Tumor and Cancer Treatment

healthy articles and hot news, etc

Khasiat Ampuh “Keladi Tikus” (Typhonium Flagelliforme) May 28, 2009

Filed under: Keladi Tikus - Typhonium Plus - Brochure Products — tumore @ 4:27 am

Beberapa tahun yang lalu beredar kabar heboh di dunia maya. Diberitakan seorang pasien penderita kanker payudara stadium lanjut dapat melewati kemoterapi tanpa efek yang menyiksanya dan dinyatakan sembuh setelah mengkonsumsi keladi tikus (typhonium flagelliforme) Keladi tikus sebelumnya memang belum setenar herba lainnya seperi sambiloto, temu putih, temu lawak, dan mengkudu.

Keladi Tikus1Keladi Tikus 2

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama keladi tikus diambil dari nama asing Rodent Tuber (laoshu yu) yang lebih dulu terkenal di Malaysia. Tanaman semak sejenis talas ini tingginya hanya 25 cm -30 cm. Ia menyukai tempat lembab & tidak terkena matahari langsung pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Daun tunggalnya berbentuk bulat dengan ujung meruncing seperti jantung, muncul dari umbi dan berwarna hijau segar. Mahkota bunganya berbentuk panjang kecil berwarna putih mirip dengan ekor tikus, dari sinilah nama keladi-tikus diberikan.

Hingga saat ini belum banyak peneliti yang mengungkap khasiat keladi-tikus terutama untuk penyakit kanker. Prof Dr Chris K.H. Teo, Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia meneliti tanaman ini, hasilnya ekstrak dari akar keladi-tikus efektif untuk kanker prostat. Selain itu Lam Siew Hong peneliti dari USM menyebutkan bahwa terjadi peningkatkan aktivitas antibakteri dalam darah ikan lele. Keladi tikus mengandung antineoplastik atau antikanker selain juga bisa berkhasiat sebagai antivirus. Efek farmakologi inilah yang menjadi obat utama untuk mengatasi kanker stadium lanjut. Bagian yang digunakan untuk pengobatan adalah keseluruhan dari tanaman tersebut. Mulai dari akar (umbi), batang, daun hingga bunga. Tentu saja, efek tersebut akan bertambah baik bila diberikan bersama-sama dengan tanaman lainnya, seperti sambiloto, rumput mutiara dan temu putih. Ekstrak typhonium flageffiforme clan bahan alami lainnya membantu detoxifikasi jaringan darah. Ramuan ini mengandung ribosome inacting protein (RIP), zat antioksidan dan zat antikurkumin. RIP berfungsi menonaktifkan perkembangan sel kanker, merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan sekitarnya dan memblokir pertumbuhan sel kanker. Zat antioksidan berfungsi mencegah terjadinya kerusakan gen. Sementara zat antikurkumin berfungsi sebagai antiinflamasi/antiperadangan. Kombinasi bahan alami ini mengaktivasi dengan memproduksi mediator yang menstimulasi untuk menguatkan sel dari sistem kekebalan tubuh untuk bersamasama memberantas sel kanker. Di Cina tanaman ini di teliti oleh Zhong Z, Zhou G, Chen X, dan Huang P dari Guangxi Institute of Traditional Medical and Pharmaceutical Sciences, Nanning. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui efek farmakologis dari typhonium flagelliforme. Diketahui bahwa ekstrak air dan alkohol dari typhonium flagelliforme mempunyai efek mencegah batuk, menghilangkan dahak, antiasmatik, analgesik, antiinflamasi, dan bersifat sedatif. Pada konsentrasi 720 g/kg ekstrak air, 900 g/kg ekstrak alkohol dan 3240 g/kg ekstrak ester tanaman ini dapat meracuni tubuh. MenurutAngela Riwu Kaho PhD, Ahli Kimia Natural peniliti zat anti tumor dari Ohio State University, ekstrak typhonium flagelliforme memang mengandung zat anti kanker namun konsentrasinya lemah. Mengenai hasil penelitiannya pernah di publikasikan dalam jurnal Phytotheraphy Research pada bulan Mei 2001. Namun demikian ia juga tidak memungkiri ada pasien yang sembuh dengan mengonsumsi ramuan ini.

Article: Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme)

Compile by: www.cancerhelps.com

 

Sembuh dari Leukimia May 22, 2009

Filed under: Kesembuhan berkat herbal "Typhonium Plus" — tumore @ 4:48 am

SUPLEMEN KANKER/TUMOR ALAMI

 >>>Sembuh dari LEUKIMIA<<<<

‘Ibu Ngatminah sangat sedih. Betapa tidak, ia hampir-hampir tidak percaya divonis dokter menderita kanker darah (multiple myeloid leukemia) stadium 2A dalam usianya yang 43 tahun. Kanker yang menyerang sumsum tulang belakangnya, mengakibatkan nyeri seluruh tubuh sehingga ia sulit bergerak. Beban penderitaan pun bertambah lantaran ia diharuskan melakukan transfusi darah sebanyak 8 kantong setiap minggu. Dalam kondisi bingung, anak-anak mencoba mencari informasi sebanyak mungkin tentang kanker dan pengobatannya.

 

Suatu hari, dari hasil browsing internet, anak perempuannya  menemukan produk – suplemen kanker alami ‘Typhonium Plus. ‘Ah, barangkali obat ini dapat mengurangi beban penderitaan Ibu’ pikirnya. Dua kotak pertama Typhonium Plus segera diberikan kepada Ibunya. Setelah mengkonsumsi Typhonium Plus selama 2 bulan secara konsisten, Ibu Ngatminah merasakan kemajuan yang luar biasa. Nyeri pada tubuhnya berangsur hilang dan ia sudah mulai bisa berjalan kembali. Bukan hanya itu, transfusi darah yang tadinya 8 kantong per minggu, berkurang menjadi 4 kantong lalu 2 kantong, lalu 1 kantong dan kini sama sekali tidak perlu transfusi darah lagi. Ia amat bersyukur kepada Tuhan atas kesembuhan ini dan juga kepada Typhonium Plus.’ Demikian disaksikan Ibu Ngatminah kepada customer care Typhonium Plus pada Des’08.

Bagi Anda yang sedang bingung lantaran orang yang Anda kasihi menderita kanker/tumor, kini tidak perlu khawatir lagi. Typhonium Plus – ramuan herbal alami  berkualitas secara khusus diformulasikan untuk membantu mencegah dan mengobati kanker/tumor dengan komposisi utama ekstrak  Typhonium flagelliforme (nama lain: KELADI TIKUS/Rodent Tuber/Laoshu Yu).

Typhonium Plus mengandung Ribosome in acting protein (RIP), anti oksidan dan anti curcumin, yang bersinergi untuk menstimulasi & menguatkan daya tahan tubuh dalam melawan & memberantas sel-sel kanker/tumor : payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, serviks(leher rahim), tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas, dan hepatitis.

Typhonium flagelliforme sendiri merupakan tanaman herbal yang sudah lama dikenal orang memiliki khasiat sebagai agen detoksifikasi yaitu pembersih racun dalam darah, pembersih saluran pencernaan, peningkat nafsu makan, pengembali vitalitas tubuh yang hilang serta memperlancar berkemih.

 

Bagi pasien yang sedang menjalani radiasi/kemoterapi, Typhonium flagelliforme dipercaya dapat mengurangi efek samping menyakitkan, seperti : kerontokan rambut, mual, letih lesu, dan tidak nafsu makan. Dengan demikian diharapkan pasien yang turut mengkonsumsi Typhonium Plus bersamaan dalam menjalani radioterapi/kemoterapi, dapat memperoleh hasil yang optimal.

 

Bukan hanya untuk membantu pengobatan kanker saja, Typhonium Plus juga dapat dikonsumsi untuk mencegah terjadinya kanker (dosis disesuaikan), terutama pada orang-orang yang memiliki riwayat anggota keluarga penderita kanker, ataupun yang beresiko tinggi kanker, seperti : perokok aktif/pasif, wanita yang memiliki kista/myom, wanita dengan riwayat keputihan menahun, ataupun orang-orang yang memiliki tumor jinak pada anggota tubuh.

 

Kanker kini tidak lagi menakutkan. Cegahlah dan lawanlah sekarang bersama Typhonium Plus !

Source: http://www.cancerhelps.com

 

Kanker Payudara May 22, 2009

Filed under: Artikel Kanker - Cancer Articles — tumore @ 4:28 am

PARA wanita selama ini – terutama yang berusia separuh baya – senantiasa disarankan untuk menjalani pemeriksaan mamografi untuk menghindari diri dari kemungkinan terkena kanker payudara stadium lanjut.  Ternyata Screening (pemeriksaan penyaring) terhadap para wanita ini ternyata tidaklah menyelamatkan lebih banyak nyawa daripada melakukannya setiap tiga tahun, demikian disebutkan oleh sebuah penelitian di European Breast Conference di Brussels. Kanker payudara1

Penelitian ini melibatkan 76.000 wanita berusia antara 50 sampai 62 tahun.  Mereka menjalani satu pemeriksaan mamografi dan kemudian setengahnya dites setiap tahun, sementara lainnya mendapatkan tes hanya setelah tiga tahun, seperti yang dilakukan saat ini di Inggris.  Penelitian ini berlangsung selama empat tahun.  Hasil-hasilnya menunjukkan bahwa pemeriksaan penyaringan tahunan menemukan lebih banyak tumor kecil, namun tidak menemukan lebih banyak wanita yang telah terjangkit penyakit ini dalam stadium lanjut.

Para peneliti harus memperkirakan berapa banyak wanita yang akan meninggal sepuluh tahun setelah kanker itu didiagnosa, berdasarkan kemungkinan progresifitas dari tumor-tumor yang teridentifikasi itu.  Mereka meramalkan bahwa 32,9 persen dari para wanita yang diperiksa setiap tahun dan 35,4 persen dari mereka yang diperiksa setiap tiga tahun diperkirakan akan meninggal karena kanker payudara.

Perbedaan statistik dalam angka-angka di atas disebut sebagai tidak begitu penting.  Roger Blamey, koordinator penelitian ini berkata bahwa tambahan sebesar 56 juta poundsterling yang diperlukan untuk mendanai pemeriksaan penyaringan tahunan sebaiknya digunakan untuk cara-cara lain dalam mengobati penyakit itu.  “Dana apapun tampaknya lebih baik digunakan untuk memperbaiki kualitas – melalui mamografi dalam dua sudut pandangan, peletakan yang lebih baik serta janji kualitas,” kata Roger.

Sumber:  Satumed.com, Satunet

 

Petunjuk Baru Cara Kanker Menyebar May 22, 2009

Filed under: Artikel Kanker - Cancer Articles — tumore @ 4:24 am

PARA peneliti selama dibingungkan oleh pertanyaan mengenai bagaimana sesungguhnya mekanisme penyebaran kanker.  Sebuah penelitian kemungkinan besar telah menemukan sebagian dari kunci jawaban di atas.  Mereka menemukan mekanisme yang mengendalikan jalannya sel dalam aliran darah, atau peredaran sel, yang mungkin bertanggung jawab atas penyebaran sel kanker di sekitar tubuh.

kanker

Peredaran sel sesungguhnya merupakan sebuah proses yang penting dan normal, namun kemungkinan juga bertanggung jawab atas metastasis, atau penyebaran dari sel-sel kanker, dimana sel-sel tersebut berpindah dengan tujuan yang sangat terarah dari tempat tumor primer (asal) ke lokasi sekunder. Misalnya ke organ paru-paru dalam kasus kanker kulit, tampaknya sel melanoma sudah terprogram untuk berpindah dengan sendirinya ke paru-paru.

Prof. Daniel Hammond dan tim peneliti dari University of Pennsylvania dan Cornell University di AS, menunjuk molekul yang mereka namakan “Molekul Goldilocks” yang mengikat sel-sel darah pada dinding pembuluh darah vena dan arteri, tidak terlalu kuat dan tidak terlalu lemah, namun dengan daya rekat yang cukup untuk menjaga agar tidak keluar dari aliran darah.

Peredaran sel dimulai dengan daya rekat yang berputar, dimana sel-sel darah yang mengalir melalui pembuluh darah beristirahat secara berkala ketika molekul pada permukaan membentuk ikatan sementara dengan molekul Goldilock darah yang mengikat pembuluh darah.

Prof. Hammond menyamakan proses peredaran sel dengan penggunaan kode pos pada surat-surat yang dikirim langsung untuk daerah yang berbeda. “Peredaran sel darah pada jaringan merupakan hal yang krusial bagi fungsi respon kekebalan tubuh yang tepat.  Peradangan, fungsi limfosit dan melengkapkan kembali sumsum tulang setelah transplantasi semua tergantung pada hal itu.”

Ia memperkirakan bahwa penemuan tersebut mungkin berguna bagi Human Genome Project, karena mereka membantu menjelaskan hubungan antara struktur dan fungsi molekul, yang akhirnya menjelaskan bagaimana molekul bekerja, sebagaimana halnya menawarkan proses baru yang potensial dalam mencegah penyebaran kanker.

Sumber:  Satumed.com, Satunet

 


 

Apel Memperlambat Pertumbuhan Kanker May 22, 2009

Filed under: Artikel Kanker - Cancer Articles — tumore @ 4:14 am

SUATU pengujian di Cornell University telah menunjukkan bahwa zat-zat kimia alami dalam apel dapat memperlambat pertumbuhan tingkat sel-sel kanker usus dan kanker hati pada manusia. Makin kuat konsentrasi ekstrak-ekstrak apel tersebut, maka tingkat reproduksi sel-sel kanker juga makin lambat, demikian laporan para ilmuwan Cornell dalam jurnal Nature di edisi baru-baru ini.

apel
        Efek anti-kanker terkuat ada dalam ekstrak dari apel yang belum dikupas, karena mengandung lebih banyak antioksidan fitokimiawi.  Antioksidan yang relatif banyak ditemukan dalam ekstrak apel dapat membantu menjelaskan mekanisme perlindungan terhadap kanker tersebut.
        Penelitian ini memang tidak dirancang untuk membuktikan nutrien tertentu apa dalam apel yang dapat melindungi seseorang terhadap kanker atau bagaimana caranya.  Oleh karena itu masih terlalu dini untuk mengatakan bahan-bahan apa dalam apel yang menyediakan perlindungan dan bahwa dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran yang cukup merupakan cara terbaik untuk memperendah risiko kanker.
        “Namun,” kata David Ringer, PhD, direktur program ilmiah di American Cancer Society, “karena kita belum mengetahuinya, cara yang paling pasti untuk mendapatkan perlindungan tersebut adalah dengan mengkonsumsi beragam buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari, dan sedikitnya 5 porsi buah dan sayuran setiap hari.  Kami mengetahui hal tersebut dari penelitian-penelitian diet yang amat luas.”
        Manfaat-manfaat kimia ini tidak hanya diperoleh dari apel saja, namun juga ditemukan dalam tanam-tanaman yang langsung dikonsumsi atau langsung digunakan oleh masyarakat. Contohnya adalah fitokimia dalam teh, tampaknya mampu menghalangi pertumbuhan pembuluh darah yang memberi makan sel-sel kanker, demikian menurut riset di Tufts University, Boston.
        Penelitian Cornell menunjukkan bahwa makanan yang amat banyak tersedia ini dapat menyediakan perlindungan antioksidan melawan kanker. Penelitian tersebut juga berguna untuk mengarahkan pada penelitian di masa depan. Para ilmuwan sedang berada dalam tahap awal pengertian dampak fitokimia pada kesehatan manusia.

Sumber: satumed.com, satunet

 

Wortel Rebus Ternyata May 22, 2009

Filed under: Artikel Kesehatan - Healthy Articles — tumore @ 4:11 am

WORTEL ternyata tak hanya efektif dimakan segar.  Tapi juga bisa dikukus kemudian dibuat semacam puree kentang.  Cara memasak seperti itu terbukti tidak mengurangi nilai gizinya.  Bahkan kandungan antioksidannya jadi lebih banyak.  Demikian hasil penelitian dari Universitas Arkansas.
        Ahli gizi, professor Luke Howard dan asistennya, S.T. Talcott dan C.H. Brenes mengukur kadar antioxidan pada wortel segar dan wortel yang sudah dikukus.  Hasilnya wortel yang sudah dikukus mengandung kadar antioksidan lebih tinggi dibanding wortel segar.  Hasil penelitian ini juga dilaporkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, yang dipublikasikan the American Chemical Society.
        “Jadi anggapan sayuran segar itu lebih sehat, tidak selalu benar,” tambah Howard.
        Howard dan koleganya memasak wortel tersebut dengan dan tanpa kulit luarnya.  Kemudian mengukur aktivitas antioksidan selama empat minggu lebih.  Parameter yang diukur adalah subtansi antioksidan, seperti asam fenolik dan betakaroten.  Seperti diketahui, antioksidan bisa menetralisasi radikal bebas yang menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker, Alzheimer, dan masalah pencernaan.
        Para peneliti menyebutkan bahwa kadar antioksidan meningkat 34,3% segera setelah proses pemasakan selesai dan bertambah terus selama satu minggu kemudian.  Setelah itu menurun, tapi tetap lebih tinggi kadarnya dibanding kadar antioksidan pada wortel mentah.
        “Penelitian ini membuktikan bahwa wortel yang sudah diproses ternyata lebih baik untuk mencegah kerusakan oksidatif dibanding wortel mentah,” tambah Howard.  Tapi, dia juga menyebutkan perlu penelitian lanjutan yang bisa menjelaskan ketersediaan wortel yang sudah dimasak dibanding wortel mentah.
        Anda suka yang mana?  Paling tidak, kini ada pilihan yang bisa menjadi alternatif, ya? (susandijani)

 

Pekerjaan Bertani Lindungi Wanita May 22, 2009

Filed under: Artikel Kanker - Cancer Articles — tumore @ 3:51 am

Chapel Hill – 20 Sep 00 11:27 WIB – (Astaga!com)

WANITA yang bekerja di pertanian jarang yang terkena kanker payudara dibandingkan wanita yang tinggal di kota. Mungkinkah? Padahal, paparan pestisida konon justru meningkatkan risiko terkena kanker. “Hasil temuan menunjukkan bahwa bertani, melindungi wanita yang bekerja di pertanian dari kanker payudara, jika dibandingkan dengan populasi umumnya,” kata Dr Eric Duell, dari University of North Carolina di Chapel Hill (UNC-CH). Para ahli dari berbagai disiplin dari UNC-CH ini meneliti 862 pasien kanker payudara yang tinggal di 24 kawasan North Carolina dan membandingkannya dengan 790 wanita lainnya yang tidak menderita kanker payudara, kata Duell. Mereka memiliki semua data mulai dari catatan kesehatan, sejarah pekerjaan, termasuk juga semua informasi pekerjaan pertanian sejak mereka berumur tujuh tahun, penggunaan pestisida, informasi mengenai tanaman dan ternak. Hasil analisis semua data, yang dilaporkan selengkapnya dalam jurnal Epidemiology edisi September 2000, menunjukkan wanita yang bertani lebih dari 23 tahun, risikonya terkena kanker payudara 40 % lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak pernah tinggal di pertanian. Mereka yang bekerja di pertanian dengan jangka waktu yang lebih lama, mendapatkan perlindungan dari kanker payudara lebih besar, sedangkan yang tidak terlalu lama perlindungannya lebih rendah. Mengapa itu terjadi para ahli masih belum bisa menyimpulkan. Faktor yang mungkin penting adalah wanita di pertanian cenderung melahirkan anak lebih cepat dan memiliki anak lebih banyak. Mereka mencapai fase pubertas lebih lambat dan memasuki fase menopauses lebih awal. Mereka juga cenderung kurang merokok dan meminum minuman beralkohol dibandingkan wanita lainnya. Tetapi jika secara statistik faktor itu dikontrol, tetap tidak mempengaruhi efek perlindungan dari pekerjaan pertanian. Para ahli tidak bisa menetapkan efek aktivitas fisik, yang oleh sejumlah ahli diperkirakan mengurangi risiko terkena kanker payudara.

 

Ikan Lele KANIBAL – Memangsa Manusia May 20, 2009

Filed under: Wow!!! Ruar Biasaa....Amazing! — tumore @ 9:06 am

Seekor ikan sejenis lele diduga telah bermutasi secara genetik menjadi berukuran sangat besar dan mengerikan. Ikan ini kini menjadi obyek penelitian para ilmuwan di Nepal dan India.

Ikan lele raksasa4

Lele raksasa ini, disebut goonch, diduga tumbuh besar setelah mendapat makanan mayat-mayat manusia yang dibuang di sungai Great Kali, sungai di perbatasan Nepal-India, tempat ikan itu ditangkap.

Ikan yang telah bermutasi itu kini sedang dalam penyelidikan ahli biologi Jeremy Wade. Wade meneliti ikan lele raksasa itu untuk acara televisi dan akan ditayangkan stasiun televisi Five dalam waktu dekat.

“Penduduk lokal mengatakan kepada saya suatu teori bahwa monster ini telah tumbuh luar biasa besar karena makan sisa pembakaran mayat. Mungkin mereka merasakan nikmatnya daging manusia setelah memakan sisa-sisa mayat itu” kata Wade.

“Kemungkinan ada beberapa yang tumbuh lebih besar daripada yang lain & jika Anda memberikan makanan lebih banyak lagi, maka mrka pasti jga akan tumbuh lebih besar lagi” katanya.

Awalnya, Wade mengira bahwa buayalah yang memakan sisa-sisa mayat tersebut. Namun, teori itu berubah setelah dia mengalihkan perhatian pada goonch, salah satu jenis ikan air tawar terbesar di dunia.

Dia lantas menangkap seekor di antaranya yang diperkirakan berbobot 55 kg dengan panjang 2 meter. Berat dan ukuran ini bisa disebut rekor dunia karena jauh lebih berat dan lebih besar dari ikan-ikan lele yang pernah tertangkap sebelumnya. “Jika ikan ini menangkapmu, kamu tak akan bisa lolos”, sahutnya.

Selama bertahun-tahun, penduduk di sepanjang Great Kali yakin ada monster yang bersembunyi di sungai yang mengalir di perbatasan India-Nepal ini.

Hanya saja, mereka menganggap monster ini selalu bergerak di sepanjang aliran sungai dan mengincar orang-orang yang mandi di sungai itu. Tahun lalu, remaja 18 tahun dari Nepal hilang setelah diseret ke dalam sungai oleh sesuatu yang digambarkan sebagai ‘babi yang bentuknya panjang’.

Korban pertama serangan goonch ini diperkirakan seorang pemuda berusia 17 tahun yang juga berasal dari Nepal. Dia tewas setelah mandi di sungai itu, April 1988 silam.

Para saksi mata mengatakan, mereka menyaksikan pemuda itu seperti ditarik oleh sesuatu yang kuat ke dalam sungai. Tiga bulan setelah kejadian itu, seorang anak kecil diseret ke dalam air, sementara ayahnya hanya bisa melihat tak berdaya

Versi Lainnya dari Lele Raksasa Pemakan Manusia

Ikan lele raksasa3

Great Kali Gandaki River adalah sebuah sungai yang berada di perbatasan antara India dan Nepal. Alirannya bersumber dari sumber air di Pegunungan Himalaya di ketinggian 3600 mdpl.

Keindahan sungai ini sudah tak perlu diragukan lagi. Sayangnya suatu Legenda menakutkan tentang monster pemakan manusia, menghantui desa-desa yang berada di kawasan ini. Membuat penduduk enggan mandi ataupun bermain di sekitar sungai itu.

Kejadian pertama yang mengawali teror ganas dari mahluk penghuni sungai itu terjadi pada bulan April tahun 1988. Seorang pemuda Nepal ketika baru saja masuk ke dalam sungai, langsung ditarik oleh “sesuatu” dan lenyap begitu saja.

Tiga bulan berselang, seorang anak laki-laki yang sedang mandi di Sungai Kali bersama ayahnya, tiba-tiba di serang dan di seret kedalam air. Si ayah hanya bisa berteriak dan tak dapat melakukan apa-apa.

Setelah itu, kejadian seperti ini terjadi berulang kali hingga menghantui para penduduk yang tinggal di sekitar aliran Sungai Kali. Bahkan beberapa tahun belakangan ini, laporan tentang hilangnya penduduk yang mandi di Sungai Kali semakin meningkat.

Penduduk bingung dan mulai berargumentasi tentang jenis mahluk yang tinggal di situ. Beberapa penduduk percaya ada sekumpulan buaya yang hidup di sungai itu. Namun setelah diselidiki, ternyata tidak ada komunitas buaya yang hidup di daerah itu.

Terakhir, pada tahun 2007, seorang pemuda Nepal berumur 18 tahun yang sedang berenang di sungai itu ditarik oleh monster misterius dan lenyap begitu saja dari permukaan air. Menurut saksi mata yang menyaksikan kejadian itu, bentuk monster itu seperti babi berukuran sangat besar.

Goonch Fish, Lele Kanibal

Rasa penasaran penduduk akhirnya terjawab ketika seorang ahli biologist dari Inggris bernama Jeremy Wade melakukan penelitian di Sungai Kali dan menemukan jawaban yang mengejutkan.

Ikan lele raksasa2

Wade menemukan kenyataan bahwa monster pemakan manusia itu ternyata adalah sejenis ikan lele raksasa (Giant Cat Fish) yang telah mengalami perubahan DNA karena sering memakan mayat yang dihanyutkan ke sungai setelah terlebih dahulu dibakar dalam acara ritual pemakaman tradisional masyarakat setempat yang dikenal dengan nama Ritual Bagmati.

“Ikan jenis ini merupakan jenis ikan endemis sungai ini. Namun, karena telah puluhan tahun menyantap daging mayat yang dihanyutkan melalui sungai, ikan ini berubah secara genetik menjadi jauh lebih besar dari ukuran sebenarnya.

Mereka menjadi ketagihan, dan mulai menjadikan daging manusia menjadi menu utama. Jadi jika lama tidak ada ritual pemakaman, ikan ini menjadi ganas dan menyerang manusia,” Wade menjelaskan.

Dalam penelitiannya, Jeremy Wade juga berhasil menangkap seekor ikan lele pemangsa daging manusia dengan ukuran 1,8 meter dan berat berkisar 73 kilogram.

Menurut Wade jika ikan dengan ukuran sebesar itu ketika menyerang manusia di dalam air, maka sedikit sekali kemungkinan korbannya untuk menyelamatkan diri. Wade lalu menamakan ikan lele raksasa itu dengan nama Goonch Fish.

Perjalanan penelitian Jeremy Wade saat menyelidiki ikan lele pemakan manusia di Sungai Kali Dakali telah di dokumentasikan dan akan ditayangkan perdana pada tanggal 21 Oktober nanti di salah satu stasiun televisi Inggris (Channel 5) dengan judul “Monster Air Pemakan Daging Manusia”.

Pemangsa dari Huadu’s Furong

Bukan hanya di Sungai Mekong saja terdapat jenis ikan lele raksasa. Baru-baru ini di Waduk Huadu’s Furong-China, terjadi kegemparan. Selama ini, dalam setahun selalu saja terjadi beberapa kasus orang tenggelam dan hilang secara misterius di waduk itu.

Namun akhirnya misteri itu terjawab sudah. Penduduk setempat berhasil menangkap seekor ikan lele raksasa yang ukuran panjang badannya mencapai 3 meter dan lebar kepala berkisar 1 meter. Gilanya lagi, ketika masyarakat membelah perut ikan itu, mereka menemukan “sisa-sisa” seorang lelaki di dalam tubuh ikan itu..

Namun karena pemerintah lokal khawatir insiden ini akan berdampak pada kepariwisataan daerah itu, mereka berusaha keras agar peristiwa itu tidak terpublikasi secara luas. Tapi beberapa turis sempat datang dan mengabadikan gambar ikan lele pemangsa manusia dengan ponsel mereka.

Beberapa kalangan beranggapan ikan ini adalah ikan jenis Waking Catfish atau clarius batrachus (ikan lele berjalan). Namun belum ada yang dapat menjelaskan bagaimana mungkin ikan lele yang berukuran centimeter bisa menjadi begitu besar.

Saat ini masyarakat lokal maupun turis asing tidak diperbolehkan berenang di Waduk Huadu’s Furong. Orang banyak memperkirakan masih ada ikan sejenis yang hidup di waduk itu, siap memangsa orang yang berenang di situ.

Raksasa Sungai Mekong

Sungai Mekong yang merupakan salah satu sungai utama di dunia banyak menyimpan berbagai jenis ikan-ikan raksasa. Sungai Mekong merupakan sungai terpanjang ke-12 di dunia, dan ke-10 terbesar dalam volume (melepas 475km³ air setiap tahunnya), dia mengisi wilayah seluas 795.000 km² dari Tibet dia mengalir melalui China provinsi Yunnan, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam.

Semua kecuali China dan Myanmar masuk kedalam Komisi Sungai Mekong. Karena variasi musim yang sangat berbeda dalam aliran dan adanya “rapid” dan air terjun membuat navigasi sangat sulit.

Menurut para peneliti, sungai ini adalah rumah dari berbagai jenis ikan raksasa air tawar. Yang paling terkenal adalah Mekong Giant Cat Fish. Jenis ikan lele raksasa ini memang hidup disepanjang aliran Sungai Mekong yang melintasi beberapa negara di Asia tersebut.

Pada tahun 2005, seorang nelayan Muangthai menangkap ikan lele raksasa sebesar beruang Grizzly di Sungai Mekong. Ukuran ikan ini berkisar 2,7 Meter dengan berat mencapai 646 pon.

Memang penangkapan ikan lele berukuran raksasa di Sungai Mekong bukanlah hal yang aneh. Sudah berulang kali nelayan setempat mendapatkan ikan lele berukuran raksasa di sungai itu. Namun sepertinya belum ada yang menyamai ukuran ikan lele yang ditangkap nelayan Muangthai tersebut.

Bukan Pemangsa

Beda dengan kasus di Sungai Kali di Nepal dan Waduk Huadu’s Forung di China, tidak ada laporan yang menyebutkan bahwa ikan lele raksasa di Sungai Mekong adalah pemangsa manusia.

IUCN (International Union for Conservation of Nature), sebuah badan dunia yang bergerak di bidang konservasi sumberdaya alam telah menyimpan dan memasukkan data keberadaan ikan lele raksasa dari Sungai Mekong sebagai jenis satwa air yang langka dan menuju kepunahan.

Jenis ikan lele raksasa ini, juga telah menarik perhatian WWF (Worl Wildlife Fund) dan National Geografic Society. Ke2 organisasi ini sedang bersama-sama menyusun rencana perlindungan terhadap jenis ikan itu.

Memang serem kalo kita bayangin keberadaan raksasa-raksasa air tawar pemangsa daging manusia tersebut. Kita sekarang tentu akan jadi was-was jika berenang di sungai maupun danau air tawar.
Ikan lele raksasa1
pertanyaannya adalah gimana mereka bisa menjadi kanibal dan doyan makan manusia?

 

Makanan Pencetus Kanker May 20, 2009

Filed under: Artikel Kanker - Cancer Articles — tumore @ 7:18 am

Jika benar bahwa 80-90 persen kanker disebabkan oleh makanan, maka kita punya peluang besar mencegahnya. Pengaruh faktor lingkungan ini terlihat pada kasus orang-orang yang berimigrasi dari satu budaya ke pola budaya yang lain.

Sayuran Sehat

 Angka kematian akibat kanker payudara dan kanker kolon rendah di kalangan penduduk Jepang, tetapi kanker perut relatif tinggi. Hal ini bertolakbelakang dengan kejadian di Amerika Serikat (AS).
Sesudah 2-3 generasi bermigrasi ke AS, masyarakat Jepang yang tinggal di negara Paman Sam itu ternyata mempunyai kecenderungan kanker yang sama dengan masyarakat Amerika. Hal ini disebabkan oleh pola makan migran Jepang yang ternyata juga berubah.
Pola makan mereka menjadi cenderung tinggi energi dan lemak, setelah orang-orang Jepang itu menetap di sana.
Jenis Kelamin

* Data statistik di AS menunjukkan bahwa 1 dari 5 kematian disebabkan oleh kanker. Bahkan untuk anak-anak usia 3-14 tahun, kanker menjadi penyebab kematian yang dominan.

Kaum wanita sudah lama menyadari bahwa kanker payudara bisa berakibat fatal, prevalensinya di AS mencapai 7 per 100 wanita.
Angka kematian akibat kanker berbeda besarannya tergantung pada jenis kelamin. Data dari American Cancer Society menunjukkan bahwa kematian akibat kanker pada wanita didominasi oleh kanker payudara (19 persen), kanker paru (16 persen), serta kanker kolon (usus besar) dan rektum (15 persen).
Sementara itu, pada pria kanker yang dominan sebagai penyebab kematian adalah kanker paru (34 persen), kanker kolon dan rectum (12 persen), dan kanker prostat (10 persen).
Dari sudut pandang gizi diketahui bahwa energi, protein, zat besi, zinc, dan vitamin A berperan penting dalam mempertahankan kekebalan tubuh. Kekurangan zat-zat gizi tersebut akan melumpuhkan sistem kekebalan tubuh dan akhirnya tubuh tidak mampu membendung karsinogenesis (pembentukan sel kanker).
Dalam studi dengan hewan percobaan, dibuktikan bahwa pembatasan makanan dapat mencegah pertumbuhan kebanyakan jenis tumor. Hanya tumor hati yang justru tumbuh dengan upaya pembatasan makanan tersebut.
Teori yang mendasari hal ini adalah dengan pembatasan makanan, maka terjadi perubahan hormonal di dalam tubuh, yang kemudian dengan mekanisme yang masih belum diketahui terhambatlah proses tumorigenesis (pembentukan tumor). Kejadian berbagai jenis tumor cenderung menimpa hewan percobaan (tikus) yang mempunyai berat badan lebih alias terlalu banyak makan.
Kaya Lemak

* Diet makanan kaya lemak pada studi epidemiologis, menunjukkan adanya kaitan erat dengan munculnya kanker usus maupun kanker payudara.

Mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak rendah dan serat yang tinggi, seperti pada pola makan vegetarian, diketahui menyebabkan rendahnya kejadian kanker.
Pembentukan tumor akan semakin berkembang pada pola makan yang rendah lemak tak jenuh ganda. Lemak tak jenuh, tunggal maupun ganda, telah dikenal sebagai lemak yang bermanfaat bagi pencegahan penyakit jantung koroner.
Hormon tertentu mungkin ikut bertanggungjawab pada munculnya tumor. Hormon ini pengeluarannya dipicu oleh konsumsi lemak yang tinggi. Sebagai contoh, hormon prolactin (serum) yang merangsang pertumbuhan tumor ternyata semakin meningkat bila diet kita kaya lemak.
Ada hubungan positif antara kematian akibat lymphoma (kanker) dengan konsumsi protein hewani, khususnya daging. Diet tinggi protein umumnya banyak mengandung daging, banyak mengandung lemak tapi rendah serat. Negara-negara yang konsumsi dagingnya tinggi umumnya angka kematiannya akibat kanker kolon juga tinggi.
Cara Memasak

* Bila kita memasak daging, maka terbentuklah senyawa HCA (amina-amina heterosiklis). HCA muncul sebagai reaksi antar protein hewani selama proses browning (pencoklatan). Cara memasak ternyata mempengaruhi jumlah HCA yang terbentuk.

Semakin sedikit HCA terbentuk berarti semakin sehat daging yang dimakan. Memanggang daging di dalam oven akan menghasilkan HCA lebih sedikit dibandingkan menggoreng, menyate dan memanggang di atas kompor yang suhunya tinggi.
Sedangkan merebus secara perlahan-lahan dengan panas bertahap, mengukus, atau memasak dengan oven praktis tidak menghasilkan HCA. HCA paling banyak ditemukan pada daging babi asap yang digoreng.
Berbagai percobaan pada binatang menunjukkan bahwa HCA mengakibatkan kanker usus besar, payudara, pankreas, hati, dan kandung kemih. HCA disinyalir bertanggung jawab terhadap meningkatnya insiden kanker payudara dan usus besar pada wanita di Amerika.
Sebagaimana diketahui konsumsi daging penduduk AS relatif tinggi, dibandingkan penduduk di belahan dunia lainnya.
Daging Merah

* Sebuah studi yang dilakukan oleh New York University Medical Center menunjukkan bahwa wanita-wanita yang rajin makan daging merah, ternyata berpeluang menderita kanker payudara dua kali lipat, dibandingkan mereka yang hanya makan daging unggas dan ikan.

Ini tidak berarti bahwa kita harus berpantang mengkonsumsi daging sapi dan sejenisnya. Boleh saja makan daging sapi, yang penting frekuensinya jangan terlalu sering.
Perlu diperhatikan bahwa daging yang diawetkan dengan nitrat akan memberikan kontribusi asupan nitrat ke dalam tubuh. Padahal, nitrat ini di dalam tubuh akan berubah menjadi nitrit dan selanjutnya menjadi nitrosamin yang karsinogenik.
Penggunaan pupuk nitrogen di bidang pertanian harus dilakukan dengan hati-hati karena hal ini bisa dikaitkan dengan munculnya kanker gastric.
Konsumsi vitamin A yang rendah dalam diet sehari-hari menyebabkan tingginya kejadian kanker perut dan paru. Vitamin A sangat berperan dalam imunitas tubuh. Selain itu vitamin A juga mencegah ikatan karsinogen (penyebab kanker) dengan DNA, dan mampu mengontrol diferensiasi sel epitel premalignant (sebelum menjadi sel kanker).
Teh, Buah, Sayur

* Mengkonsumsi daging seyogyanya selalu disertai dengan makan sayuran dan buah-buahan sebagai sumber antioksidan.

Buah-buahan seperti jeruk, kaya akan vitamin C yang merupakan antioksidan yang kuat. Demikian pula sayuran yang berwarna hijau, juga tinggi kandungan vitamin C-nya.
Selain itu membiasakan minum teh sehabis makan daging juga akan mendukung kesehatan tubuh. Di dalam teh terkandung katekin yang merupakan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh kita.
Konsumsi pangan sumber antioksidan akan menetralisir pembentukan HCA. Bumbu-bumbuan seperti bawang putih dan cabe hijau, yang sering kita gunakan untuk menambah lezatnya daging, ternyata juga dapat berfungsi untuk menekan nitrosamin (karsinogen). Demikian pula wortel dan tomat.
Jadi, alam sebenarnya sudah menyediakan gizi dan zat non gizi, yang bila diramu dengan baik akan bermanfaat bagi kesehatan kita

 

 

Awas, Serangan Thrombophilia! May 20, 2009

Filed under: Artikel Kesehatan - Healthy Articles — tumore @ 6:47 am
YOGYAKARTA, KOMPAS.com -  Penyakit akibat darah kebanyakan sel trombosit (thrombophilia) harus diwaspadai. Thrombophilia yang menyebabkan pembekuan darah pada pembuluh darah ini, dipicu antara lain oleh makanan cepat saji, instan, dan makanan kemasan berpengawet.

Hal itu disampaikan Harjo Mulyono, dokter spesialis patologi klinik yang juga penanggung jawab HI-LAB, Jumat (20/3). Thrombophilia bisa menampakkan gejala seperti orang terserang stroke. Bisa saja dugaan awal adalah stroke (darah tinggi), namun ternyata thrombophilia. “Sejumlah kasus sudah menunjukkan itu,” ujarnya.

Dalam kondisi normal, sel trombosit di dalam darah, menurutnya, berjumlah 150.000-350.000 per mili meter darah . Idealnya juga, antarsel trombosit tidak saling terikat. Namun jika jumlah trombosit berlebih, antarsel berpotensi juga untuk saling terikat.

Kondisi tidak ideal ini akan memicu terjadinya pembekuan darah di dalam pembuluh darah, sehingga mengakibatkan penyempitan pembuluh darah. Akibat lebih lanjut adalah kematian jaringan tubuh, terutama pada pembuluh darah yang halus seperti pada otak.

Karena pembuluh darah semakin menyempit, maka jantung dipaksa bekerja lebih keras memompa darah. Jika penyebab serangan stroke adalah penyempitan pembuluh karena timbunan lemak, namun pada thrombophilia, kondisi itu terjadi karena pembekuan darah. 

Dalam kondisi yang tingkatannya parah, serangan bisa seperti ketika orang terkena stroke. Penanganan terhadap penderita thrombophilia adalah dengan mengencerkan darah. Ini lebih susah ketimbang menangani penderita yang kekurangan sel trombosit.

Gejala penderita thrombophilia, antara lain mudah pusing dan jantung berdebar. Pandangan biasanya juga agak berkunang-kunang jika tiba-tiba berdiri dari posisi jongkok. “Sebelum parah, lebih baik segera diperiksakan ke dokter,” kata Harjo.

Penyakit-penyakit manusia zaman sekarang, lanjut Harjo, sebenarnya banyak dipicu oleh pola makan. Pola makan tidak sehat, banyak menyantap makanan instan dan awetan, ditambah jarang berolah raga dan beban pikiran, memicu aneka penyakit. (Lukas Adi Prasetyo).

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.